CPOI Sumut
Tidak terasa sudah hampir satu tahu OUREII-CPOI cabang Sumatra beroperasi dan berbagai program pendidikan inovatif untuk menyelamatkan Orangutan dan hutan sebagai habitatnya, telah dilakukan. Semangat relawan kita di Sumatra Utara sungguh membanggaDengan segala keterbatasan yang kami miliki, para relawan yang pada umtumnya masih berstatus mahasiswa atau baru lulus kuliah ini, patut kita acungkan jempol. Selamat berkarya teman-teman, maju terus pandang pundur. Semogadi tahun 2010 nanti, kita akan lebih baik dan mampu berbuat lebih berarti lagi untuk program penyelamatan Orangutan Sumatra khusunya dan hutan kita yang telah ditetapkan sebagai salah satu bagian dari paru-paru dunia yang masih tersisa. Berikut ini adalah beberapa foto aktifitas OUREII-CPOI Sumatra sepanjang tahun 2009.
PRIVATE LESS CLUB PEDULI ORANGUTAN INDONESIA
Pada Bulan Februari tepatnya pada tanggal 08 Feb 2010 Club Peduli Orangutan Wilayah Sumatera Utara telah membuka Private Less Club Peduli Orangutan, dimana Private Less ini diperuntukan bagi masyarakat disekitar Kantor CPOI-Sumut, yang pada dasarnya membantu anak-anak dalam proses belajar mengajar. Kemudian Private Less ini diadakan 6 kali dalam seminggu, dan peserta didiknya mulai dari kelas 1 s/d 6 SD, dan juga untuk kelas 1 s/d 3 SMP. Setelah dibukanya Private Less ini masyarakat merasa sangat terbantu sekali dengan dibukanya Private Less ini bagi anak-anak mereka, dengan tim pengajar dari teman-teman CPOI-Sumut yang lulusan dari UNIMED, IAIN-SU dan juga Medicom Medan.

HARI BUMI
Apa yang disuarakan, apa yang dilakukan untuk penyelamatan lingkungan dari kerusakan walau dengan hal yang kecil adalah bagian dari suatu bentuk kepedulian.
Memperingati hari bumi 2010 bukanlah semata pada tingkat kegiatan seremonial semata, namun harus kita maknai arti pentingnya bentuk kepedulian kita dalam kehidupan sehari-hari. berpartisipasi dalam even-even serupa bukan berarti kita telah amat peduli pada planet bumi ini, karena ideologi sekelompok orang atau individu-individu itu akan tercermin dari kesehariannya.
Kalangan peduli lingkungan sejatinya akan lebih dulu memperhatikan pola/gaya hidupnya dan dilingkungan pekerjaannya. mereka akan terbiasa dalam gaya hidup yang ramah lingkungan dengan hal-hal yang sederhana, misalnya menggunakan sepeda untuk bepergian pada jarak-jarak yang terjangkau, selalu membawa botol minum dan kain sapu tangan sendiri saat bepergian/bekerja, menghemat penggunaan listrik dan air dirumah atau dikantor, menggunakan tas/keranjang sendiri saat belanja dan banyak gaya hidup ramah lingkungan yang bisa dilakukan oleh individu-individu secara senerhana sebagai bentuk kepedulian pada lingkungan.
Kebiasaan pola hidup yang dimikian dianggap sangatlah penting untuk mulai ditanamkan sejak saat ini baik mulai di tingkat keluarga, sekolah-sekolah, perguruan tinggi bahkan kantor-kantor pemerintah atau swasta. bila pola tersebut telah berjalan dan masing-masing individu kita menjadi masyarakat konsumen yang berorientasi pada lingkungan berkelanjutan, saya meyakini bahwa laju kerusakan lingkungan dapat di tekan walau dalam persentase yang tidak begitu besar.
Pada kesempatan itu juga CPOI-Sumut mengadakan aksi sosial yaitu berupa pembagian bibit geratis kepada pengguna jalan raya yang ada dikota medan tepatnya diperempatan Yuki Simpang Raya. Dalam hal ini juga CPOI-Sumut bekerja sama dengan instansi Pemerintah dan juga lembaga-lembaga kampus, seperti MAPASTA IAIN-SU, IKAPPAI-SU, LP3-SU dan dari instansi sendiri yaitu dari Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara.
Kita semua memang harus berperan dalam hal ini, kita tidak bisa sendiri untuk melakukan hal-hal yang besar. apapun profesi kita, apapun latar belakang kita, kita adalah manusia yang tidak dapat terpisah dari alam. menjaga alam untuk kehidupan yang lebih baik bagi generasi hari ini dan masa akan datang jadikan itu sebagai visi kita bersama. Mari kita memberi dukungan dalam bentuk apapun bagi mereka para laskar lingkungan yang hingga hari ini bekerja tanpa pambrih pada usaha pengorganisiran rakyat untuk terus bersama menjaga lingkungan (hutan, sungai dan laut) dari laju pengrusakan khsusnya di indonesia. Salam Lestari











